APA ITU HIDUP ?
Aku
yang sedang asik rebahan sambil mengeser layar handphone ke atas dan ke bawah tak sengaja terdengar suara
percakapan. Terdengar suara dari kamar
sebelah dua pemuda yang sedang berdiskusi tentang hidup. Apa itu hidup ?
Terdengar
argumen yang panjang, kira kira begini bunyinya :
"Hidup hidup lah bersama
dengan penderitaan, hidup hiduplah bersama dengan kesengsaraan dan hidup-hidup
lah bersama dengan kesederhanaan agar kamu lebih dewasa, agar kamu tahu
bagaimana caranya bertahan hidup karena pada hakikatnya manusia tidak
diciptakan untuk bersenang senang akan tetapi di uji untuk mengetahui dan
memilih mana manusia yang sebenar-benarnya manusia, manusia yang tetap dan
senantiasa bertakwa kepada Tuhan yang maha kuasa."
Seorang
pemuda asal Sulawesi merantau di tanah Jawa lalu bertemu dengan seorang pemuda
dari Lembata, Nusa Tenggara Timur. Mereka berdua masuk menjadi mahasiswa baru
angkatan 2018 dan kuliah di satu kampus yang sama namun berbeda jurusan yang ditekuni.
Sekarang semester 6 dan sama-sama lagi mikirin judul skripsi hehehe. Mereka
sering kali berdiskusi, diskusi yang sering di bahas itu tentang filosofi
kehidupan. Dalam ruang kamar yang kecil suara-suara mereka terdengar masuk
kedalam kamarku, akan selalu ada perbedaan pendapat di antara keduanya. Pemuda
Sulawesi itu menganggap bahwa hidup itu senang-senang, mencari apa yang belum
ada dan juga menikmati apa yang sudah ada. Sedangkan pemuda Lembata itu
berpandangan bahwa hidup itu adalah penderitaan. Entah karena latar belakang
dari keluarga yang berbeda, satu dari keluarga yang berada, yang kalau ingin
makan sudah ada di meja makan dan satu lagi dari keluarga yang kalau ingin
makan harus mencari dulu. di atas kasur kamar saat mendengar itu, sejenak saat
itu aku berpikir bahwa terkadang isi
pikiran kita tentang hidup atau pandangan tentang hidup akan selalu
berubah-ubah dan itu semua tergantung pada apa yang sedang dirasakan, pada apa
yang dialami. Tinggal bagaimana cara kita menjalaninya, mau dengan
mensyukurinya atau mau dengan cara selalu mengeluh dan terus memaksakan hingga
tidak ada kata sabar dalam menjalani proses. Bukan hidup namanya jika tidak ada
kesedihan di dalamnya, bukan hidup juga namanya jika tidak ada kesenangan di
dalamnya. Seiring berputarnya waktu, keduanya akan saling bergantian. Kadang sedih,
kadang juga senang. itulah kehidupan akan selalu punya pola yang unik untuk dijalani.
Di
hari yang berbeda, Di Bandara Juanda Surabaya aku yang hendak menuju Lombok
bertemu dengan seorang bapak umurnya sekitar 60 an kami berkenalan singkat.
Namanya pak pri. Beliau hendak terbang menuju Jakarta, beliau kerja di PT
Pertamina namun sudah cukup lama pensiun, 10 tahun silam ceritanya padaku.
Tanya ku pada beliau "pak Pri ke Jakarta mau apa pak ? Pak Pri kemudian menjawab
"walaupun sudah pensiun begini, pak Pri masih mau kerja mas Ahmad, ada
suatu kerjaan yang mau diurus". Dalam hati ku "sepertinya urusan
bisnis". Namun aku tidak lanjut untuk bertanya terkait itu. Kami mengobrol sambil menunggu antrian
check-in Tiket yang cukup panjang. Aku bercerita kepada pak Pri bahwa aku
seorang mahasiswa fisioterapi semester 6, yang sedang berpikir judul skripsi.
Wajarlah semester 6 begini harus mulai resah tentang skripsi hehehe. Lantas pak
Pri tidak terlalu mempersoalkan tentang itu. Namun, beliau bercerita tentang
perjalanan singkat hidupnya, dan apa apa yang sudah dirasakan oleh beliau.
Singkatnya beliau bilang seperti ini "Mas Ahmad teryata dalam hidup ini
,kalau mas Ahmad mau bahagia, mau hidup dengan mudah ada 3 fondasi yang
terpenting." Lanjut beliau lagi 3 fondasi hidup itu adalah kejujuran, keihklasan dan memberi
(bersedekah). Lalu beliau singkat menjelaskan bahwa kejujuran itu penting,
dimanapun kamu berada, apapun keadaan kamu utamakanlah kejujuran. Karena
kejujuranlah itu akan membuat kamu dipercayai oleh orang lain, dan jika kamu di
lingkungan pekerjaan kamu akan di pakai oleh orang, akan di ajak untuk bekerja
sama. Keihklasan, apapun yang sedang kamu jalani, jalanilah dengan ikhlas.
Karena dengan ikhlas kesenangan, kemudahan dalam mengerjakan sesuatu itu di
dapatkan. Dan yang terakhir jangan lupa bersedekah, dalam kondisi ada maupun
tidak ada bersedekah karena dengan bersedekah kamu disitu membantu orang lain
dan orang lain itu memperoleh kesenangan. Orang yang kamu sedekahkan itu
mendapat kemudahan seperti itulah kamu akan mendapatkan kemudahan dan bahkan
akan lebih dari itu, tuhan akan memberi balasan. Sedekah itu akan membuka pintu
rezeki. Begitu mas Ahmad kata penutup dari penjelasannya beliau. Aku yang
mencoba untuk menyerap apa yang di sampaikan beliau, membalasnya "fondasi
hidup ya pak, jujur, ikhlas dan bersedekah. Aku yang sambil tersenyum dan
mengangguk-angguk. Lalu beliau membalasnya "tepat sekali mas".
Tak
terasa antrian sudah giliran kami. Pak
pri kemudian mengeluarkan kartu identitasnya dan E-Tiket nya dan menuju ke
petugas untuk menukarkan dengan kertas Tiket pesawatnya (Boarding Pass) begitupun aku. Akhirnya kami berpisah, sambil
berjabat tangan "Hati hati pak, semoga sampai dengan selamat ke
Jakartanya" kataku. Lalu beliau menjawab "Hati-hati juga, semoga
sukses ya mas Ahmad". Beliau menuju gate
11-12 dan aku menuju gate 1-2 untuk
menunggu giliran masuk kedalam pesawat.
Sekian....
Komentar
Posting Komentar