Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Sampai Kapan ?

                            Sampai Kapan ?                          Oleh : Ahmad Sn Perempuan itu terbangun di tengah malam, terbangun tepat di pukul 00 : 02 waktu setempat. Kesibukannya di malam itu adalah overthinking , dia perempuan yang overthinker sekali. Perempuan itu terjebak, setiap kali dia berusaha untuk tidak overthinking , tapi tetap saja dia terjebak lagi dan lagi. Pikirannya membawa dia kemana-mana, terus memikirkan segala hal, entah hal yang sudah terjadi, hingga sesuatu yang akan terjadi terhadap masa yang akan datang. Saat pikirannya mengajak dia ke masa lalu, dia selalu ingat kegagalan-kegagalannya, keputusan-keputusan yang sudah diambil, lalu dia bertanya-tanya "Kenapa aku harus milih itu sih, kenapa sih aku harus lakuin itu ,coba aku ngak usah lakuin itu, pasti ngak akan jadi kayak gini" lalu saat pikirannya pergi menuju masa depan...

LIHATLAH, AKU MASIH INGAT

LIHATLAH, AKU MASIH INGAT Oleh : Ahmad Sn Lihatlah, apa yang sudah kau lakukan pada diriku, membuat diriku tidak merdeka lagi, isi kepalaku dijajah selalu tentang dirimu. Aku masih ingat kejadian itu, di kota pendidikan itu, ditepi jalan besar kota. Bukan kau yang pergi, tapi aku. Aku yang pergi dengan sedikit teriakan kecilmu   "Pergi". Kau melihat cahaya yang bersinar, tapi aku tidak. Aku menghabiskan hari-hariku dengan berpura-pura tersenyum. Menduga-duga jawaban atas semua pertanyaanku sendiri, mulai dari pertanyaan, apa kesalahanku ? Mungkin aku tidak mampu memahamimu dengan seutuhnya, atau mungkin aku yang kurang sabar menghadapi semua tingkah lakumu, sampai akhirnya aku seperti orang dungu, Ahh sial. Jiwaku mati, tapi aku harap kau jangan terlalu khawatir, karena Keyakinanku tentang hidup : Tidak akan pernah jadi baik bila keburukan itu dibalas dengan keburukan. Semua akan baik-baik saja walaupun pada akhirnya tidak akan sam...

BERDAMAILAH

Imajinasi  di depan  teras  rumah minimalis Oleh : Ahmad Sn Di depan teras rumah minimalis dengan imajinasi menguasai diri. Lamanya waktu menjadi saksi untuk raga yang gugup lalu hilang, menunggu habisnya hari lalu berganti, berharap bahagia menyapanya.  Sejak itu pena dan selembar kertas menjadi teman pengisi kekosongan, motivasi penyemangat selalu didengar kala rapuh. Kalimat suci terlintas begitu saja, hingga hampa hati terasa. tepat di sore hari, sedikit memandang diri di kaca jendela rumah, sewajarnya saja kata sosok dalam kaca, Berdamailah. Cukup sampai di situ dulu pesan-Nya, selebihnya mungkin nanti.

FOKUS PADA PILIHAN

FOKUS PADA PILIHAN Hidup adalah pilihan, kata-kata ini sangat mudah kita ucapkan. Barang kali tidak kita pikirkan bahwa apa yang kita rasakan hari ini adalah hasil dari pilihan hidup kita di masa lalu. Hidup tidak akan pernah lepas dari pilihan , manusia satu   dengan manusia lainya tidak akan sama dalam persoalan pilihan hidupnya karena memiliki garis hidupnya masing-masing, contohnya ada orang bisa memilih, bangun pagi-pagi lalu membaca buku dan bangun kesiangan lalu bermalas-malasan, tentu saja hasil yang diperoleh pasti berbeda. Ada orang yang menghabiskan waktu hidupnya di dunia dengan taat dan ada yang menghabiskan waktu hidupnya dengan bermaksiat, tentu ini pun akan memperoleh hasil yang sudah pasti berbeda.   Artinya apapun yang kita pilih pasti akan membuat kita berbeda dan pasti mempunyai kosekuensi dalam pilihan itu. Hidup adalah pilihan, dan siapa yang memilih untuk berbeda pasti akan mendapatkan hasil yang berbeda pula. Misalkan saja saat ini anda diberi p...

FILTERISASI PEMIKIRAN

FILTERISASI PEMIKIRAN Penulis : Ahmad Shoalihin Manusia dengan manusia memiliki cara pikir yang hampir-hampir sama, bagaimana manusia itu berpikir, bagaimana manusia itu “ Action ”, itu semua hampir-hampir sama, yang membedakan adalah referensi yang dimiliki. Berangkat dari kata referensi, maka hal yang perlu diketahui ialah sifat dari referensi, sifat referensi akan menentukan pikiran dan tindakan, baik atau buruk. Apa yang kita baca, apa yang kita lihat, apa yang kita dengar dan kemudian itu terus berulang dilakukan, maka itu akan menjadi hasil yang akan dikeluarkan menjadi respon, apabila kandungan referensi itu sifatnya baik yang dimasukkan dalam akal, maka hasil yang dikeluarkan akan baik, sebaliknya apabila kadungan referensi itu sifatnya buruk yang dimasukkan dalam akal, maka hasil yang dikeluarkan akan buruk. Mahatma Gandhi pernah berkata keharmonisasian dalam hidup, kebahagian dalam hidup itu ditentukan dari keselarasan pikiran, ucapan dan tindakan. Referensi s...