FILTERISASI PEMIKIRAN


FILTERISASI PEMIKIRAN

Penulis : Ahmad Shoalihin


Manusia dengan manusia memiliki cara pikir yang hampir-hampir sama, bagaimana manusia itu berpikir, bagaimana manusia itu “Action”, itu semua hampir-hampir sama, yang membedakan adalah referensi yang dimiliki. Berangkat dari kata referensi, maka hal yang perlu diketahui ialah sifat dari referensi, sifat referensi akan menentukan pikiran dan tindakan, baik atau buruk. Apa yang kita baca, apa yang kita lihat, apa yang kita dengar dan kemudian itu terus berulang dilakukan, maka itu akan menjadi hasil yang akan dikeluarkan menjadi respon, apabila kandungan referensi itu sifatnya baik yang dimasukkan dalam akal, maka hasil yang dikeluarkan akan baik, sebaliknya apabila kadungan referensi itu sifatnya buruk yang dimasukkan dalam akal, maka hasil yang dikeluarkan akan buruk.

Mahatma Gandhi pernah berkata keharmonisasian dalam hidup, kebahagian dalam hidup itu ditentukan dari keselarasan pikiran, ucapan dan tindakan. Referensi selalu dipengaruhi oleh apa yang di follow, siapa yang diikuti, siapa yang sering didengar. Contohnya, ketika ada orang yang ingin menjadi dokter, artinya carilah referensi-referensi tentang dunia kedokteran, ilmu-ilmu anatomi, fisiologi, neurologi. Ketika ada orang yang ingin menjadi pembicara hebat, artinya dia harus membaca buku untuk memperluas wawasannya, mendengarkan pembicara lain yang sudah hebat kemudian dijadikan idola atau panutan dan terus berlatih berbicara di depan orang banyak.

Referensi pemikiran adalah suatu proses untuk menyaring segala informasi, memisahkan dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Suatu hal yang sangat penting tentang bagaimana cara memfilterisasi pemikiran, referensi-referensi yang dimasukkan dalam akal tidak hanya sekedar dimasukkan mentah-mentah, hidup ini akan menjadi baik apabila kita mampu untuk memfilter apa yang kita masukkan dalam akal kita, siapa yang kita ikuti dan kebiasaan-kebiasaan seperti apa setiap harinya. Sangat berbahaya rasanya apabila kita salah memasukkan referensi, referensi yang salah, yang memprovokasi, apalagi yang tidak mengajak pada ketaatan, mengikuti orang yang salah, mengikuti orang yang setiap ucapannya selalu memprovokasi, itu semua akan menjadi racun dalam hidup. Ulama pernah berkata, “Apabila kamu mendapatkan dan bertemu dengan orang seperti itu, maka sebaiknya jauhi dan tinggalkan karna hanya akan menghancurkan hidup.” Tinggalkan, sulit ? ya, memang sulit. Tetapi, lakukan dulu sedikit demi sedikit, penuhilah dapur pemikiranmu yaitu akal dengan hal-hal yang positif, karna itu akan menentukan hidupmu kedepanya bagaimana. Masa depanmu ditentukan dari apa yang kamu tanam, dari apa yang kamu pilih saat sekarang ini, dari apa yang kamu baca dan dari apa yang kamu lakukan.
Terima kasih….

Komentar